lazisna.org

Tenangnya Hati Jika Berpasrah Kepada Allah

Dalam perjalanan hidup, tidak semua hal berjalan sesuai dengan rencana. Ada kalanya usaha terasa berat, doa belum terjawab, dan hati diliputi kegelisahan. Di titik inilah manusia sering merasa lelah dan kehilangan arah. Namun Islam mengajarkan satu kunci ketenangan yang tidak pernah gagal yaitu berpasrah kepada Allah.

 

Berpasrah bukan berarti menyerah tanpa usaha, melainkan menyerahkan hasil akhir sepenuhnya kepada Allah setelah ikhtiar terbaik dilakukan.Ketika hati benar-benar pasrah, kita berhenti memaksa keadaan.

 

Kita menerima bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untukhamba-Nya. Dari kepasrahan itulah lahir ketenangan, karena beban hidup tidaklagi dipikul sendirian.

 

Allah berfirman :“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d:28)

 

Ayat ini menegaskan bahwa ketenteraman hati tidak datang dari banyaknya harta atau tercapainya keinginan, tetapi dari kedekatan dengan Allah. Islam tidak mengajarkan pasrah yang pasif. Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk berusaha terlebih dahulu, lalu bertawakal.

 

Rasulullah ﷺ bersabda: “Ikatlah untamu, lalu bertawakallah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)Hadits ini mengajarkan keseimbangan antara usaha dan pasrah.Setelah ikhtiar maksimal dilakukan, serahkan hasilnya kepada Allah dengan penuhkepercayaan.

 

Allah selalu Bersama Orang yang Berserah Diri ketika seseorangbertawakal, Allah menjanjikan pertolongan dan kecukupan.

 

Allah berfirman:“Barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akanmencukupkan keperluannya.” (QS. At-Talaq: 3)


Ayat ini menjadi penguat hati bahwa Allah tidak akanmembiarkan hamba-Nya yang berserah diri berjalan sendirian.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *