Dalam perjalanan hidup, tidak semua hal berjalan sesuai dengan
rencana. Ada kalanya usaha terasa berat, doa belum terjawab, dan hati diliputi
kegelisahan. Di titik inilah manusia sering merasa lelah dan kehilangan arah.
Namun Islam mengajarkan satu kunci ketenangan yang tidak pernah gagal yaitu
berpasrah kepada Allah.
Berpasrah bukan berarti menyerah tanpa usaha, melainkan
menyerahkan hasil akhir sepenuhnya kepada Allah setelah ikhtiar terbaik
dilakukan.Ketika hati benar-benar pasrah, kita berhenti memaksa keadaan.
Kita menerima bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik
untukhamba-Nya. Dari kepasrahan itulah lahir ketenangan, karena beban hidup
tidaklagi dipikul sendirian.
Allah berfirman :“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah
hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d:28)
Ayat ini menegaskan bahwa ketenteraman hati tidak datang
dari banyaknya harta atau tercapainya keinginan, tetapi dari kedekatan dengan
Allah. Islam tidak mengajarkan pasrah yang pasif. Rasulullah ﷺ mengajarkan
untuk berusaha terlebih dahulu, lalu bertawakal.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Ikatlah untamu, lalu bertawakallah
kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)Hadits ini mengajarkan keseimbangan antara usaha
dan pasrah.Setelah ikhtiar maksimal dilakukan, serahkan hasilnya kepada Allah
dengan penuhkepercayaan.
Allah selalu Bersama Orang yang Berserah Diri ketika
seseorangbertawakal, Allah menjanjikan pertolongan dan kecukupan.
Allah berfirman:“Barangsiapa bertawakal kepada Allah,
niscaya Allah akanmencukupkan keperluannya.” (QS. At-Talaq: 3)
Ayat ini menjadi penguat hati bahwa Allah tidak akanmembiarkan hamba-Nya yang berserah diri berjalan sendirian.