Berkat Handphone Bantuan Donatur LAZISNA, Oji dkk Tetap Bisa Mengikuti Sekolah


Telah genap berlangsung selama 8 (delapan) bulan, sekolah dengan metode PJJ. Menggunakan sambungan internet dengan smartphone sebagai media belajar, siswa-siswi mulai dari tingkat sekolah dasar hingga menengah menyesuaikan diri dengan keadaan yang berlaku.


Tidak saja ini mengungkap persoalan baru, bahwa tidak semua orangtua murid memiliki peralatan yang mendukung untuk dapat menerima pelajaran jarak jauh dari sekolah. Pun yang dialami Ahmad Fahrurroji - Oji dan sebayanya. Anak yatim yang ditinggal Ayahnya (almarhum) meninggal dunia sejak Oji berusia 7 tahun. Demikian juga dengan anak-anak murid yang berasal dari keluarga pra-sejahtera.


Sehari-hari untuk menopang kebutuhan keluarga, Bu Latipah – Ibunda Oji berjualan kecil-kecilan didepan rumahnya. Bu Latipah dan Oji, tidak sendiri. Alhamdulillah donasi zakat sedekah dari para donator yang peduli telah terkumpul dan telah disalurkan.


Kepedulian anda semua yang telah membantu sehingga, Oji dan juga murid-murid dhuafa yang dalam pembinaan Lazisna tidak tertinggal sekolahnya dan dapat terus mengikuti pembelajaran jarak jauh.


Ayo semangat terus peduli dan jadi bagian dalam *Beruntungnya, Bersedekah Bagi Para Penuntut Ilmu.


www.lazisna.org


42 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua